Plastik merupakan salah satu bahan yang banyak digunakan oleh industri, salah satunya adalah sebagai kemasan air minum.

Sementara, tingginya penggunaan plastik tidak disertai dengan pengelolaan sampah yang efektif. Ini mengakibatkan semakin tingginya jumlah sampah plastik di Indonesia.

Botol plastik yang digunakan umumnya berjenis Polyethylene terephalate (PET) yang masih dapat didaur ulang. Oleh karenanya peran produsen sangat penting untuk mengurangi jumlah sampah plastik.

Untuk mengurangi sampah plastik dapat dilakukan dengan banyak cara salah satunya adalah dengan menarik kembali botol plastik yang telah digunakan dengan membuat tempat sampah untuk botol plastik.

Melihat konidisi di lingkungan seperti ini, mahasiswa PENS tergerak untuk memberikan solusi. Helmy Naufal Aziz, nama mahasiswa yang murah senyum ini, merancang alat yang dapat mendeteksi merek pada botol. Teknologi dengan meggunakan barcode yang tertera pada botol plastik.

Mekanisme pendeteksian barcode yang diterapkan yaitu dengan cara memutar botol plastik menggunakan roller dengan aktuator motor DC.

Hasil dari alat yang dirancang ini lulus dihadapan para penguji tugas akhir. Dengan menggunakan mekanisme ini, tingkat keberhasilan pendeteksian barcode botol pada ukuran 1500 ml sebesar 91,25%.

Pada botol dengan ukuran 600 ml tingkat keberhasilan sebesar 82,5%. Kemudian pada botol dengan ukuran 330 ml tingkat keberhasilan sebesar 71,67%.

Selanjutnya botol akan dipilah sesuai dengan merek botol menggunakan slider dengan aktuator motor stepper. Pengguna juga akan mendapatkan poin setiap memasukkan botol melalui kartu RFID.

Hal ini bertujuan agar dapat menarik minat masyarakat agar lebih peduli pada lingkungan. Selain itu, tempat sampah dapat dimonitoring melalui website sehingga dapat mengetahui keadaan tempat sampah.

Translate